Seorang masbuk wajib menyelaraskan setiap rukun dalam solat seperti ruku dan sujud walaupun Gerakan tersebut tidak dihitung rokaat. Contoh: saat orang yang masbuk melakukan takbirotul ihrom sedangkan imam dalam posisi sujud maka si masbuk harus mengikuti gerakan sujud jika tidak melakukanya sedangkan ia tahu pada aturanya maka solat si masbuk di hitung batal dalam hal tidak dihitung sujudnya. Maka ketika si masbuk sujud tidak wajib meletakan anggota sujud dan tidak wajib tumaninah karna sujud tersebut hanya untuk mengikuti imam dan si masbuk sunat mengangkat tangan (takbirotul ihrom) ketika imam berdiri setelah tasyahud awal walaupun itu bukan tasyahud awal bagi si ma’mum.
Adapun dalam hal ucapan baik itu sunah/rukun seperti tasyahud akhir si masbuk tidak wajib mengikuti imam tapi sekedar sunat saja dan karna hal tersebut si masbuk sunat melaksanakan takborotul ihrom beserta imam.
Apabila si masbuk memulai solat sedangkan imam dalam keadaan I’tidal maka sunat bagi si masbuk membaca takbir untuk turun karna mengikuti si imam. Dan apabila masbuk menemukan imam dalam keadaan sujud maka si masbuk tidak perlu mengucap takbir untuk sujud karna si masbuk tidak mengikuti imam dalam takbir dan sujud meskipun tidak terhitung.
Pennulis : Melati Mawadah